Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Garut diawali dengan penghormatan dan mengheningkan cipta, dilanjutkan pembacaan Pancasila dan UUD 1945. Pidato menekankan pentingnya menjaga generasi penerus dan aksi kolektif demi kemajuan bangsa, diakhiri dengan lagu, doa, serta ucapan terima kasih kepada hadirin.
Upacara dimulai dengan peserta memberi hormat kepada bendera Indonesia diiringi musik marching band. Kemudian peserta diinstruksikan untuk berdiri tegak dan mengheningkan cipta untuk menghormati para pahlawan yang gugur, dipimpin oleh inspektur upacara. Hening cipta dimulai, diiringi musik.
Kemudian pembacaan Pancasila, lima asas dasar negara Indonesia, telah selesai.Pembukaan UUD 1945 dibacakan, menekankan kemerdekaan Indonesia serta tujuannya untuk persatuan, kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran.
Pembukaan lebih lanjut menguraikan pembentukan pemerintahan untuk melindungi bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Pembacaan UUD selesai, dan pidato Menteri Komunikasi dan Informatika dibacakan oleh Inspektur Upacara.
Pembicara mengakui kehadiran berbagai pejabat dan mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir dalam upacara Hari Kebangkitan Nasional.
Pembicara mengumumkan pembacaan pidato Menteri Komunikasi dan Informatika untuk Hari Kebangkitan Nasional ke-118, dengan tema "Jaga Benih Bangsa untuk Kedaulatan Nasional."Tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, "Melindungi Masa Depan Bangsa untuk Kedaulatan Nasional," mencerminkan semangat menjaga tanah air dan bergerak maju bersama.
Kemajuan bangsa bergantung pada persatuan dan tekad rakyatnya, bukan bantuan luar, sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, program seperti makanan bergizi gratis dan pemerataan akses pendidikan dilaksanakan untuk membangun fondasi yang kuat bagi generasi mendatang.
Kedaulatan pangan, kesehatan, dan pendidikan sedang dibangun sebagai ekosistem kesejahteraan yang utuh, diperkuat lagi dengan koperasi desa untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi di tingkat daerah.
Pemerintah telah melakukan upaya signifikan untuk melindungi generasi muda, seiring dengan peningkatan kualitas manusia.
Pada tanggal 28 Maret 2026, pemerintah secara resmi membatasi akses bagi anak di bawah usia enam belas tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya.
Dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, bangsa menegaskan kembali arahnya dengan memfokuskan pada delapan visi besar sebagai kompas utamanya.
Kebangkitan Nasional adalah milik semua orang, dimulai dari kesadaran individu yang secara kolektif terakumulasi dan mengarah pada kejayaan bangsa di panggung dunia.
Pembicara mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam langkah-langkah konkret memajukan Garut, mengakui tantangan yang terus ada di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Beliau menyerukan persatuan dan kekompakan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan di seluruh Kabupaten Garut, mengakhiri sambutannya dengan ucapan terima kasih.
Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan, "Bagimu Negeri" dan "Satu Nusa Satu Bangsa."